Lingkup Keinsinyuran
PS PPI mempunyai 21 Sub-Prodi yang mencerminkan disiplin teknik yang diajarkan di ITB pada 8 fakultas/sekolah keteknikan. Lingkup yang dapat mencirikan secara spesifik praktik keinsinyuran dari 21 Sub-Prodi tersebut dapat dideskripsikan sebagai berikut di bawah.
Rekayasa Pertanian: perencanaan, perancangan dan implementasi proses produksi biomassa dan sistem pertanian terpadu, desain proses penanganan dan pengolahan biomassa hasil pertanian, serta manajemen dalam proses produksi biomassa.
Rekayasa Kehutanan: perencanaan, perancangan dan implementasi perbaikan ekosistem hutan produksi, hutan konservasi, hutan lindung, hutan rakyat serta hutan kota, restorasi dan rehabilitasi hutan dan lahan, pemulihan daya dukung DAS , serta pemanfaatan jasa ekosistem hutan.
Teknik Pertambangan: merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program eksplorasi, estimasi sumberdaya dan cadangan, optimasi lereng geoteknik dan kestabilan bawah tanah, operasi penambangan, sistem penyaliran tambang, pengelolaan lingkungan tambang, keselamatan pertambangan, pasca tambang, dan/atau model keekonomian untuk mendapatkan desain dan operasi tambang yang optimal.
Teknik Perminyakan: melakukan karakterisasi dan pemodelan dinamika fluida bawah permukaan, perancangan eksploitasi dan peningkatan perolehan hidrokarbon konvensional dan non-konvensional serta fluida panas bumi, perancangan penggunaan dan penyimpanan karbon dioksida di bawah permukaan, perancangan sumur-sumur berintegritas, serta perancangan proses produksi, pengolahan dan transportasi permukaan; yang berbasis keekonomian, manajemen energi berkelanjutan dan keselamatan lingkungan.
Teknik Geofisika: mendesain sistem akuisisi dan analisa pada pemetaan formasi dan melokalisir keberadaan atau batas suatu target di bawah permukaan bumi, karakterisasi, dan estimasi dengan metoda tidak langsung, pada explorasi, engineering, lingkungan, hidrologi, sumberdaya alam, energi, bencana alam menggunakan instrumen geofisika dan yang berhubungan.
Teknik Metalurgi: mengoperasikan dan merancang pabrik dalam mengolah mineral dan batubara, mengekstrak logam dari bijih, memurnikannya, merancang paduan logam, membentuk logam dan melakukan perlakuan panas, mengontrol degradasi logam serta mendaur ulang logam secara efektif, efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Teknik Geologi: melakukan rekayasa berbasis studi geologi untuk penilaian kesesuaian lokasi bagi konstruksi infrastruktur, eksplorasi sumberdaya geologi dan keberlanjutan eksploitasi dari bahan tambang, geotermal, air tanah, minyak/gas bumi, serta aspek lingkungan dan kebencanaan.
Teknik Geodesi dan Geomatika: merencanakan, merancang, melakukan akuisisi, mengolah, menyajikan, memodelkan, menganalisis serta mengaplikasikan data/informasi geospasial secara akurat, terandalkan dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan spesifikasi teknis tertentu.
Teknik Kimia: merancang, mengembangkan, mengevaluasi, mengoperasikan, unit operasi, rangkaian sistem pemroses kimia, oleokimia, bioproses, pangan, energi, termasuk merancang produk/material.
Teknik Fisika: merancang, mengembangkan, menginstalasi, mengoperasikan, pemeliharaan, pengujian, peningkatan dan/atau pemuliaan sistem fisis/multi fisis yang antara lain dan tidak terbatas pada sistem lingkungan binaan (built environment); sistem pemrosesan dan komputasi material; sistem instrumentasi, kontrol, dan otomasi di berbagai industri, laboratorium dan institusi pengembangan dan riset, serta pada sistem pembangkitan dan manajemen energi.
Teknik Industri: perancangan, perbaikan, dan instalasi sistem terintegrasi yang terdiri dari manusia, material, informasi, peralatan, dan energi. Teknik Industri memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan khusus dalam ilmu matematika, fisika, dan sosial bersama dengan prinsip-prinsip dan metode analisis dan desain rekayasa, untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas dari sistem terintegrasi tersebut.
Teknik Elektro: memecahkan permasalahan di bidang teknik elektro secara umum melalui perancangan sistem dan teknologi rekayasa serta melakukan kegiatan rekayasa pada satu bidang peminatan atau spesialisasi teknik tenaga listrik, teknik telekomunikasi, elektronika, teknik kendali, teknik komputer, dan teknik biomedis.
Teknik Informatika: merancang, menguji, mengembangkan, dan mengevaluasi perangkat lunak serta sistem operasi; menerapkan analisis matematis dalam mengoptimalkan kerja komputer; merekayasa sistem jaringan dan komputasi terdistribusi; merancang, membangun, dan memelihara arsitektur basis data; serta mengembangkan dan mengimplementasikan mekanisme keamanan siber untuk melindungi seluruh sistem informasi.
Teknik Mesin: merancang, mengembangkan, memproduksi, memfabrikasi, mengkonstruksi, mengoperasikan, dan menjaga integritas melalui pemeliharaan dan inspeksi peralatan ataupun sistem mekanikal secara optimal berdasarkan kriteria dan hambatan yang telah didefinisikan.
Teknik Material: merancang, mengembangkan, memproses, menguji, menganalisis, dan membuat bahan atau produk serta mengevaluasi kelayakan operasi peralatan pabrik.
Teknik Dirgantara: merancang, membuat, mengoperasikan, dan memelihara pesawat terbang yang meliputi pesawat udara, pesawat antariksa dan wahana terbang lain, baik berawak maupun tanpa awak, secara optimal dengan memanfaatkan metodologi dan perangkat analisis maju sesuai perkembangan zaman.
Teknik Sipil: merancang dan melaksanakan pekerjaan infrastruktur yang melayani masyarakat umum, seperti gedung, bendungan, jembatan, saluran air, kanal, jalan raya, bangunan pembangkit listrik, sistem pembuangan limbah, dan infrastruktur lainnya.
Teknik Lingkungan: merencanakan, merancang (mendesain), merekayasa teknologi, merekayasa infrastruktur lingkungan, merencanakan dan/atau melaksanakan (operasional dan pemeliharaan, monitoring dan evaluasi, pengawasan dan pengendalian), yang meliputi bidang air minum, air limbah, limbah padat, limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun), drainase, kualitas udara, K3L (kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan), analisis pengelolaan lingkungan, pengendalian dan pemulihan pencemaran lingkungan, serta bidang teknik lingkungan lain sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Teknik Kelautan: merancang struktur dan infrastruktur Pantai dan Lepas Pantai yang mencakup prinsip-prinsip gelombang laut, akustik bawah air, perlindungan pantai, struktur pantai, struktur lepas pantai, geomekanik laut, pelabuhan, pemodelan laut, pengelolaan pesisir dan lingkungan laut, energi laut, dan desain rekayasa laut.
Perencanaan Wilayah dan Kota: menganalisis, merencana dan merancang kebijakan, pengambilan keputusan, dan pekerjaan teknis lainnya di bidang lingkungan binaan menggunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk perumusan kebijakan pengembangan wilayah dan kota, evaluasi dan pengambilan keputusan teknis, evaluasi perencanaan dan pembangunan, serta perencanaan dan perancangan teknis wilayah dan kota lainnya, seperti analisis permintaan-sediaan infrastruktur, jaringan dan hirarkinya, kapasitas, geometri, dan alokasi ruangnya.
Teknik Arsitektur: melakukan perekayasaan arsitektur secara profesional yang mencakup perencanaan teknis, perancangan rekayasa, koordinasi, dan pelaksanaan bangunan gedung dan lingkungan binaan dengan menekankan integrasi aspek fungsi, keselamatan, kenyamanan, keberlanjutan, dan efisiensi teknis. Menganalisis kebutuhan ruang dan kinerja bangunan, merumuskan solusi rekayasa arsitektur berbasis data dan standar teknis, serta mengoordinasikan keterpaduan sistem arsitektur dengan sistem struktur, utilitas, dan konstruksi. Melakukan pengendalian mutu perencanaan dan pelaksanaan, evaluasi kinerja bangunan (keselamatan kebakaran, kenyamanan termal, akustik, pencahayaan, dan efisiensi energi), serta penerapan regulasi, standar, dan etika profesi keinsinyuran sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang rakayasa arsitektur.
