[BANDUNG, psppi.itb.ac.id] – Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama PT Pertamina (Persero) resmi memulai babak baru dalam penguatan sumber daya manusia di sektor energi nasional. Sebanyak 419 pekerja dari lingkungan Pertamina Group telah lolos seleksi mahasiswa baru Program Studi Program Profesi Insinyur (PS PPI) ITB.
Peresmian kerja sama pendidikan ini dilaksanakan dalam acara pembukaan yang berlangsung dengan meriah di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, pada Kamis (8/1/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Ir. Simon Aloysius Mantiri, S.T., M.B.A., dan Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero), Andy Arvianto, M.B.A., C.R.P., yang didampingi oleh para Direktur Sumber Daya Manusia dari Holding dan Sub-Holdings Pertamina (Persero) yang disambut oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., para Wakil Rektor, Dekan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin, Prof. Ir. Wahyu Srigutomo, S.Si., M.Si., Ph.D., beserta jajaran pimpinan 12 Fakultas/Sekolah di lingkungan ITB.
Sinergi Link and Match Perguruan Tinggi dan Industri
Dalam sambutannya, Rektor ITB menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan manifestasi nyata dari semangat Link and Match. Program ini tidak hanya bertujuan memberikan gelar, tetapi memadukan standar profesional industri dengan kedalaman ilmu akademik.
Profil Peserta: Kombinasi Pengalaman dan Teori
Berdasarkan laporan penyelenggaraan, 419 mahasiswa baru ini berasal dari berbagai anak perusahaan (sub-holdings) Pertamina Group. Mereka terbagi ke dalam dua moda pendidikan:
Moda Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL): Diikuti oleh 381 peserta yang merupakan profesional berpengalaman. Fokus moda ini adalah memformalisasi “jam terbang” dan pengalaman lapangan menjadi kompetensi profesional yang diakui.
Moda Reguler: Diikuti oleh 38 peserta yang akan menempuh pendidikan terstruktur untuk memperkuat fundamental keinsinyuran.
Integritas sebagai Kompas Moral
Selain aspek teknis, ITB memberikan penekanan khusus pada aspek etika. Rektor ITB berpesan kepada para mahasiswa baru bahwa gelar Insinyur adalah mandat suci tentang keselamatan publik. “Teknologi hanyalah alat yang terus berevolusi, tetapi integritas adalah kompas moral yang memastikan setiap keputusan teknis senantiasa bermuara pada keselamatan dan kemaslahatan manusia,” tegas Rektor.
Acara pembukaan ini ditutup dengan sesi Sharing Session Keinsinyuran yang dibawakan oleh tokoh perumus UU No 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc., IPU., yang memberikan wawasan mendalam mengenai tantangan dan peluang profesi insinyur di era modern.
Melalui program ini, ITB dan Pertamina berharap dapat melahirkan insinyur-insinyur yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memegang teguh kode etik profesi demi kemandirian dan kedaulatan energi bangsa.
(Keterangan Foto: Suasana pembukaan Pendidikan Profesi Insinyur Kerja Sama ITB – Pertamina di Sabuga ITB yang dihadiri oleh Rektor ITB dan Dirut Pertamina beserta jajaran pimpinan kedua institusi, Kamis, 8 Januari 2026)

